- Artikel
- Detail Artikel
Detail Artikel

- Bencana
- 24 February 2026
Kembalikan Senyum Siswa, PMI Sumut Distribusikan Seragam dan Alat Sekolah di Tapanuli Tengah
TAPANULI TENGAH – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat membantu pemulihan sektor pendidikan pasca-bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah. Pada Senin (23/2), PMI Sumut menyalurkan bantuan berupa seragam sekolah, school kit, hingga kebutuhan rumah tangga bagi siswa dan guru yang terdampak.
Sudah lebih dari tiga bulan para siswa di beberapa titik terdampak terpaksa berangkat ke sekolah tanpa seragam. Kerusakan harta benda akibat bencana membuat orang tua siswa belum mampu membelikan seragam baru maupun alat tulis.
Sebagai respon, PMI Sumut mendatangi tiga sekolah sasaran berdasarkan hasil asesmen dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah, yaitu SMP Negeri 4 Sibabangun, SMP Negeri 3 Satu Atap Pinang Sori, danSD Negeri 155688 Muara Sibuntuon
Koordinator Lapangan PMI Sumut, Ade Yudiansyah, MH, menegaskan komitmen organisasi untuk terus mendampingi penyintas.
"Kami menyalurkan 82 pasang seragam sekolah, 136 paket school kit, serta 9.600 pak buku dan alat tulis. PMI akan senantiasa bergerak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam penanganan pasca-bencana," ujar Ade.
Tidak hanya siswa, para guru yang rumahnya ikut tersapu bencana juga mendapat perhatian. PMI mendistribusikan masing-masing 54 paket berupa kompor gas beserta regulator, paket sembako, dan paket pakaian baru.
Kepala SMP Negeri 3 Satu Atap Pinang Sori, Hans Hutauruk, mengungkapkan rasa harunya atas bantuan ini. Ia menceritakan bagaimana sebelumnya sekolah memberikan dispensasi bagi siswa untuk berbaju bebas karena keterbatasan ekonomi pasca-bencana.
"Siswa dan guru kami banyak yang rumahnya terdampak. Awalnya banyak yang tidak masuk karena harus membantu orang tua membersihkan rumah. Dengan bantuan seragam dan alat sekolah dari PMI ini, kami sangat bahagia. Siswa akhirnya bisa berseragam kembali dan guru-guru terbantu dengan peralatan rumah tangga," ungkap Hans.
Distribusi bantuan ini bukannya tanpa kendala. Tim PMI Sumut mengerahkan 15 personel dan 3 armada dengan menempuh perjalanan darat sekitar 2 jam dari pusat koordinasi. Tim harus ekstra waspada saat melintasi jalur yang masih menyisakan retakan aspal dan bekas longsoran di beberapa titik.
Langkah ini diharapkan dapat memicu semangat belajar para siswa di Tapanuli Tengah agar tidak putus sekolah meski di tengah duka pasca-bencana.
Cari Artikel
Populer

Membangun Generasi Muda Tanggap Perubaha...
18 June 2025MUSYAWARAH KERJA PROVINSI PMI SUMUT TAHU...
16 August 2025
GEBRAKAN MEDIA DIGITAL GUNA PEDULI LINGK...
05 June 2025

