- Artikel
- Detail Artikel
Detail Artikel

- Bencana
- 05 March 2026
Bantu Pemulihan Pascabencana, PMI laksanakan Verifikasi data Bantuan Non-Tunai di Tapanuli Tengah
TAPANULI TENGAH (5/3/2026) – Palang Merah Indonesia (PMI) terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal pemulihan masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah. Melalui program Bantuan Non-Tunai (BNT), PMI menargetkan penyaluran dana stimulan bagi warga hingga siklus bencana dinyatakan tuntas sepenuhnya.
Sebanyak 1.350 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 31 desa/kelurahan di empat kecamatan—yakni Badiri, Tukka, Tapian Nauli, dan Sitahuis—yang mana wilayah tersebut hasil berkoordinasi dengan Pemerintah Tapanuli Tengah serta telah ditetapkan sebagai mitra pelayanan PMI. Setiap penerima manfaat akan mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp1.000.000 menggunakan voucher yang disediakan yang dapat dicairkan melalui kantor pos setempat.
Bantuan ini diprioritaskan bagi masyarakat dengan kriteria khusus, antara lain:
- Warga yang rumahnya mengalami kerusakan pada level Rusak Berat.
- Kelompok rentan (Ibu menyusui, penyandang disabilitas, dan lansia).
- Masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus pascabencana.
Saat ini, tim PMI yang terdiri dari 20 personel sedang melakukan verifikasi lapangan yang ketat berbasis By Name By Address (BNBA) untuk memastikan bantuan tepat sasaran sebelum memasuki tahap sosialisasi dan distribusi yang dijadwalkan pada 12 Maret 2026.
Ade Yudiansyah, selaku Koordinator Lapangan PMI Sumut untuk pelayanan BNT Tapanuli Tengah, menyampaikan komitmen dan tantangan yang dihadapi tim di lapangan:
"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan validitas data. Kami menemukan di lapangan bahwa kategori kerusakan rumah masih sering tercampur antara Rusak Berat dan Rusak Sedang, sehingga tim harus melakukan verifikasi ulang secara teliti agar tidak ada hak warga yang terabaikan.
Meski akses ke beberapa titik masih sulit dan hanya bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua, personel kami tetap turun langsung demi memastikan bantuan senilai Rp1.000.000 per KK ini sampai ke tangan yang tepat. Ini adalah bentuk kehadiran PMI hingga siklus bencana benar-benar selesai. Kami berharap proses administrasi dan verifikasi ini rampung tepat waktu sehingga pada 12 Maret nanti, masyarakat sudah bisa menerima manfaat melalui kantor pos."
Harapan besar digantungkan oleh warga yang kehilangan tempat tinggal, salah satunya Kelian Sartika (41), warga Kelurahan Sipange yang rumah nya mengalami kerusakan parah.
"Rumah saya terkena rusak berat, sejak bencana terjadi kami mengungsi dan hanya bisa semampu kami memperbaiki rumah kembali. Saya berharap melalui bantuan(BNT) dari PMI ini, dananya bisa kami gunakan untuk membeli bahan bangunan atau kebutuhan yang diperlukan untuk memperbaiki rumah kami,"ungkap Kelian.
Senada dengan itu, Romario Sitompul(39) selaku Kepala Lingkungan 1 Sipange, menekankan pentingnya akurasi data agar bantuan tepat sasaran mengingat luasnya dampak bencana di wilayahnya.
"Kami berharap bantuan ini merata kepada mereka yang benar-benar membutuhkan karena wilayah terdampak di sini lumayan banyak. Kami dari pihak lingkungan telah menyerahkan data sesuai dengan kebutuhan dan kriteria ditetapkan oleh PMI," jelas Romario.
Cari Artikel
Populer

Membangun Generasi Muda Tanggap Perubaha...
18 June 2025MUSYAWARAH KERJA PROVINSI PMI SUMUT TAHU...
16 August 2025
GEBRAKAN MEDIA DIGITAL GUNA PEDULI LINGK...
05 June 2025

