- Artikel
- Detail Artikel
Detail Artikel

- Bencana
- 16 January 2026
PMI Hadirkan Layanan PSS untuk Pulihkan Trauma Anak Pengungsi
Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara memberikan layanan Psychosocial Support Service (PSS) kepada puluhan anak penyintas bencana banjir dan longsor yang mengungsi di Dusun Sitinjak, Desa Aek Ngadol Sitinjak, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (15/1/2026).
Di tenda-tenda pengungsian, tawa anak-anak perlahan kembali terdengar. Para relawan PMI mengajak mereka bernyanyi, bermain, dan bercerita sebagai bagian dari pendampingan psikososial untuk memulihkan trauma akibat bencana yang menghancurkan permukiman mereka.
“Pelayanan pendamping Psychosocial Support Service (PSS) kepada anak-anak ini sebagai terapi untuk memulihkan rasa trauma mereka pasca banjir dan longsor yang menimpa rumah mereka,” ujar Mei Yati Simatupang, selaku Ketua PMI Kota Sibolga.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan agar anak-anak sedikit demi sedikit dapat melupakan kesedihan dan kembali menemukan keceriaannya. Terlebih, selama hampir dua bulan mereka harus tinggal di pengungsian setelah permukiman hanyut terbawa banjir, kondisi yang tak jarang memicu kejenuhan dan tekanan psikologis.
Melalui berbagai permainan edukatif, anak-anak terlihat mulai ceria, tertawa, dan sejenak melupakan kenyataan pahit sebagai korban banjir dan longsor. Menurut Mei, pendekatan ini menjadi cara efektif untuk membantu proses pemulihan mental.
“Melalui permainan edukatif, bernyanyi, bercerita, serta berinteraksi langsung dengan anak-anak, remaja, dan ibu-ibu, kami lebih mudah menjalankan misi menghilangkan rasa trauma mereka,” jelasnya.
Di sela kegiatan PSS, para relawan PMI juga memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan, bantuan alat sekolah, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sosialisasi tersebut dinilai penting mengingat kondisi pascabanjir biasanya dipenuhi genangan air, lumpur, dan sampah yang berpotensi menjadi sumber penyakit.
“Kami berharap mereka tetap memiliki semangat dan mental yang kuat dalam menghadapi musibah yang menimpa diri dan keluarganya,” tambah Mei.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Provinsi Sumatera Utara, Ade Yudiansyah, mengatakan kegiatan ini difokuskan untuk menghibur dan menghilangkan trauma penyintas bencana, terutama anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.
“Yang paling menderita itu anak-anak. Apalagi di usia tersebut, mereka belum paham beratnya hidup atas ujian yang dialaminya,” ujar Ade.
Ia menegaskan, PMI Provinsi Sumatera Utara terus berupaya memberikan berbagai pelayanan bagi masyarakat terdampak banjir, mulai dari pemeriksaan kesehatan, distribusi logistik, penyediaan air bersih, hingga pendampingan PSS yang tidak hanya ditujukan kepada anak-anak, tetapi juga orang dewasa.
Cari Artikel
Populer

Membangun Generasi Muda Tanggap Perubaha...
18 June 2025MUSYAWARAH KERJA PROVINSI PMI SUMUT TAHU...
16 August 2025
GEBRAKAN MEDIA DIGITAL GUNA PEDULI LINGK...
05 June 2025

